Jadikan Masa Remaja Lebih Indah Dengan Pengalaman yang Berkarakter
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ceria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ceria. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Juni 2022

DERMAGA CINTAKU

 DERMAGA CINTAKU

Oleh: Arief Prasetiyawan




Berjuta penuhi rongga dada

Membuat aku tak mampu pejamkan mata

Kalau aku marah, marahku pada siapa

Kalau aku sedih, sedihku pada siapa

Andai kecewa, apa yang membuatku kecewa

Kecamuk dalam dada sesakkan jiwa

Hingga fajar tiba, mataku masih terjaga

 

Hatiku bukan tempat persinggahan sementara

Tempat tuk sekedar singgah saat lelahmu meraja

Namun......

Jadikan hatiku dermaga cinta yang kau rindukan

Menjadi tempatmu bersandar setiap saat

 

Hatiku bukan tempat pelabuhan sementaramu

Kasih dan sayangku tulus padamu

Jangan kamu sia-siakan sayangku

Jangan kamu biarkan menjadi beku

Kamis, 24 Maret 2022

MENGHAPUS LUKA

 MENGHAPUS LUKA

Oleh: Arief Prasetiyawan


CINTA YANG DULU PERNAH KUMILIKI

KU BERMAKSUD BERSUMPAH DIRELUNG HATI

MESKI DIRIMU KINI TELAH PERGI MENJAUH

 

YANG TAK DAPAT KU PANDANGI

TERSIMPAN DALAM GELAP MALAM YANG KELAM

TAPI ENTAH MENGAPA CINTA INI TAK MENGHILANG

 

KAU BIDADARIKU TEMANILAH AKU

YANG TERUNGKAP SEPI DAN MENYAYAT HATI

DAN BAWALAH AKU KEDALAM SURGAMU

AGAR AKU BISA MENGHAPUS LUKA

 

ANDAIKAN ENGKAU MASIH MENCINTAIKU

KUPENDAM SEMUA LUKA KU KAN BAHAGIA

BIARLAH SEMUA KISAH KAU DAN AKU KAN ABADI

Rabu, 23 Februari 2022

KACA CINTA

 Oleh : Arief Prasetiyawan





Lantunan syair asmara

Menyibakkan tirai anganku

Mengiris perih mengukir sesak

Memecah sunyi dan hampa direlung hari ini

 

Resah .......

Taburan cinta dan rindu

Terucap dalam rangkaian kata

Kau untai rangkaian cinta di kalbu

Mengikat erat janji kita

 

Namun....

Semua tiada arti

Kaca itu kau pecahkan

Beningnya hati telah tertitik luka

Pupus dan terbang keawan

 

Kau pergi meninggalkan luka

Retakkan kaca cinta

                        Hancur tak tersisa 

Sabtu, 12 Februari 2022

PENGHUJUNG JALAN

                                                             PENGHUJUNG JALAN

Oleh: Arief Prasetiyawan

 



Harum melati abadi

Meski kuntumnya hilang tak bertepi

Guratan surya masih membekas

Meski sang surya hampir tenggelam

 

Waktu terus bergulir

Memutuskan asa yang telah terukir

Tetap terjaga meski ombak menerjang

 

Walau cinta telah hilang

Waktu rindu seolah terlupakan

Namun......

Hidup harus tetap berjalan

Suka cita dan penuh harap

 

Adakah asa yang indah dipenghujung jalan

                    Mungkin ada yang berubah dipenghujung jalan

Selasa, 08 Februari 2022

KERINDUAN TERPENDAM

 KERINDUAN TERPENDAM

Oleh Arief Prasetiyawan



Desiran lembut angin malam

Menyapa sunyi yang kelam

Menyingkap sepiku yang dalam

Menambah rinduku yang terpendam

 

Gulita hitam mengintai gundahku

Seakan tahu tentang kerinduanku

 

Rindu....

Telah melekat dalam hatiku

Sayangku lah yang mencipta rindu

Tak sehari mendengar kabarmu

Rinduku bagai derasnya hujan abu

 

Salahkan aku merindumu

Jauh.... jauh..... jauh dirimu

Aku merindu dan akan merindumu

Masih adakah rindu itu

 

Kabarmu melunturkan rindu

Suaramu menghapus setiap rindu dikalbu

Hanya itu yang aku mampu

Menahan kerinduan dikalbuku


Minggu, 06 Februari 2022

BUNGA CINTAKU

 Oleh: Arief Prasetiyawan



Sayangku engkau tumpuan hidupku

Anggun indah dan bersahaja

Sayangku engkau harapan hidupku

Anggun indah dan sederhana

 

Sedihku  kini engkau tlah berubah

Jadi gundah dan tak bersahaja

Hayalku engkaukan berubah

Anggun indah dan sederhana

 

Hampaku yang kurasakan kian bertambah

Bersama tapi tak berasa

Hampaku kurasa semakin bertambah

Berasa sendiri menikmati segalanya

 

Terasa terbakar habis cinta dan sayangku ini

Bunga cintapun layu enggan bersemi kembali

 

Mungkinkan engkaukan berubah

Jadi bersahaja saat bersama

Jumat, 04 Februari 2022

SEBENING EMBUN PAGI

 Oleh : Arief Prasetiyawan


Engkau bukan satu-satunya dihatiku

Ada dia yang telah mengikat langkahku

Dia yang membuatku tak mampu meraihmu

Selayaknya dirimu disana

Ada yang lain telah mengikat langkahmu

Namun ketahuilah.........

Kasihku padamu sebening embun

Aku rela tersiksa....

Aku rela berderai air mata.....

Aku rela merasakan sakit dijiwa......

Karna besarnya rasa kasih dan sayangku

Meski kutahu dua cinta tak akan cukup dihatimu

Iklasku dan tulusnya rasa kasihku

Aku mampu dan sanggup menahan

Sayang dan tetap menyayangimu sampai kapanpu

Meski......

Menyayangimu teramat sakit

Menyayangimu teramat pedih

Inilah kasihku sebening embun