Jadikan Masa Muda Lebih Indah Dengan Pengalaman yang Berkarakter
Tampilkan postingan dengan label Info Ceria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Ceria. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Februari 2026

RAPOR PENDIDIKAN SEBAGAI PETA MUTU SEKOLAH DASAR


Rapor Pendidikan merupakan instrumen strategis yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membantu satuan pendidikan membaca kondisi mutu pendidikan secara objektif, berbasis data, dan berkelanjutan. Bagi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sidareja, Rapor Pendidikan bukan sekadar laporan angka, melainkan peta jalan (roadmap) untuk melakukan perbaikan pembelajaran, tata kelola sekolah, dan penguatan karakter murid sesuai arah kebijakan nasional.

Dalam konteks transformasi pendidikan dan penerapan Profil Lulusan 8 Dimensi, Rapor Pendidikan menjadi dasar penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program sekolah benar-benar menjawab kebutuhan nyata peserta didik.

Apa Itu Rapor Pendidikan?

Rapor Pendidikan adalah ringkasan indikator mutu pendidikan yang bersumber dari berbagai data nasional, seperti:

  • Asesmen Nasional (AN)
  • Data pokok pendidikan (Dapodik)
  • Survei karakter dan lingkungan belajar
  • Data hasil belajar dan layanan pendidikan

Indikator-indikator tersebut mencakup aspek:

  • Literasi dan numerasi
  • Karakter dan iklim belajar
  • Kualitas pembelajaran
  • Manajemen dan kepemimpinan sekolah
  • Kesetaraan dan inklusivitas layanan pendidikan

Dengan demikian, Rapor Pendidikan memberikan gambaran menyeluruh tentang kekuatan, tantangan, dan prioritas perbaikan di setiap sekolah.

Bagaimana Memanfaatkan Rapor Pendidikan di Sekolah Dasar?

1. Membaca Data Secara Reflektif, Bukan Sekadar Administratif

Langkah awal adalah memahami Rapor Pendidikan sebagai alat refleksi bersama. Guru dan kepala sekolah perlu membaca indikator dengan pertanyaan kunci:

  • Apa makna data ini bagi pembelajaran murid?
  • Faktor apa yang mungkin memengaruhi hasil ini?
  • Bagian mana yang menjadi kekuatan dan perlu dipertahankan?
  • Area mana yang membutuhkan perbaikan prioritas?

Pendekatan reflektif membantu sekolah terhindar dari sikap defensif terhadap data dan beralih pada budaya belajar berbasis bukti.

2. Menentukan Prioritas Perbaikan Sekolah

Tidak semua indikator harus diperbaiki sekaligus. Sekolah dasar di Sidareja dapat menentukan 2–3 prioritas utama, misalnya:

  • Penguatan literasi membaca kelas awal
  • Peningkatan numerasi kontekstual
  • Perbaikan iklim belajar yang aman dan inklusif

Penentuan prioritas ini penting agar program sekolah fokus, realistis, dan berdampak nyata.

3. Mengintegrasikan ke dalam Perencanaan Sekolah

Rapor Pendidikan seharusnya menjadi dasar penyusunan:

  • Rencana Kerja Sekolah (RKS)
  • Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS)
  • Program supervisi akademik
  • Program pengembangan guru

Dengan demikian, perencanaan sekolah tidak lagi berbasis kebiasaan lama, tetapi berbasis kebutuhan nyata murid.

4. Mengaitkan dengan Profil Lulusan 8 Dimensi

Setiap indikator dalam Rapor Pendidikan dapat dikaitkan dengan dimensi Profil Lulusan, seperti:

  • Literasi dan numerasi → Penalaran Kritis
  • Iklim belajar positif → Kesehatan dan Kemandirian
  • Pembelajaran kolaboratif → Kolaborasi dan Komunikasi
  • Pendidikan karakter → Keimanan, Ketakwaan, dan Kewargaan

Hal ini membantu sekolah memastikan bahwa peningkatan mutu akademik berjalan seiring dengan penguatan karakter murid.

Kiat Kepala Sekolah dalam Memanfaatkan Rapor Pendidikan

1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran Berbasis Data

Kepala sekolah berperan penting sebagai instructional leader. Data Rapor Pendidikan digunakan untuk:

  • Mengarahkan diskusi guru pada praktik pembelajaran
  • Menentukan fokus supervisi kelas
  • Mengambil keputusan berbasis bukti, bukan asumsi

Kepala sekolah yang literat data akan mampu memimpin perubahan secara lebih terarah.

2. Menggerakkan Guru Melalui Diskusi Bermakna

Alih-alih menyampaikan Rapor Pendidikan secara satu arah, kepala sekolah dapat:

  • Mengadakan forum refleksi guru
  • Menggunakan pertanyaan pemantik
  • Mengajak guru menganalisis data kelasnya sendiri

Pendekatan partisipatif ini menumbuhkan rasa memiliki (sense of ownership) terhadap program perbaikan sekolah.

3. Menghubungkan Data dengan Praktik Pembelajaran Nyata

Data tidak akan berdampak tanpa perubahan praktik di kelas. Kepala sekolah dapat mendorong:

  • Pembelajaran kontekstual berbasis masalah lokal Sidareja
  • Diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid
  • Pemanfaatan teknologi dan AI sederhana (misalnya alat bantu asesmen formatif)

Dengan demikian, Rapor Pendidikan benar-benar hidup dalam proses belajar mengajar.

4. Membangun Budaya Evaluasi Berkelanjutan

Rapor Pendidikan bukan alat penilaian sekali pakai. Kepala sekolah perlu membangun budaya:

  • Refleksi rutin
  • Evaluasi program berbasis data
  • Perbaikan berkelanjutan (continuous improvement)

Budaya ini akan memperkuat daya tahan sekolah dalam menghadapi perubahan kebijakan dan tantangan zaman.

5. Melibatkan Komite dan Pemangku Kepentingan

Kepala sekolah juga dapat memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk:

  • Mengomunikasikan kondisi sekolah kepada komite
  • Mengajak orang tua mendukung program literasi dan numerasi
  • Bersinergi dengan pengawas dan dinas pendidikan kecamatan

Transparansi data akan memperkuat kepercayaan publik terhadap sekolah.

Penutup

Bagi sekolah dasar di Kecamatan Sidareja, Rapor Pendidikan adalah peluang besar untuk melakukan lompatan mutu secara terarah dan berkelanjutan. Ketika data dibaca dengan bijak, diolah secara reflektif, dan diterjemahkan ke dalam praktik pembelajaran nyata, Rapor Pendidikan akan menjadi alat transformasi, bukan sekadar kewajiban administratif.

Kunci keberhasilannya terletak pada kepemimpinan kepala sekolah, kolaborasi guru, serta komitmen bersama untuk menempatkan murid sebagai pusat dari setiap keputusan pendidikan.

Minggu, 01 Desember 2024

MANFAAT MENANGIS

 


1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin.
Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

Dikutip dari Beliefnet

Follow @Mzam__

Rabu, 08 Mei 2024

Membuat Presentasi dengan Canva

Tujuan Pembelajaran:

  • Memahami dasar-dasar membuat presentasi yang efektif.
  • Mengenal fitur dan alat yang disediakan oleh Canva untuk membuat presentasi.
  • Mampu membuat presentasi yang menarik dan profesional menggunakan Canva.

Materi Pembelajaran:

1. Pengenalan tentang Presentasi:

  • Apa itu presentasi?
  • Pentingnya presentasi yang efektif.
  • Prinsip dasar desain untuk presentasi.

2. Mengenal Canva:

  • Apa itu Canva?
  • Fitur-fitur yang disediakan oleh Canva untuk membuat presentasi.
  • Kelebihan Canva dalam membuat presentasi.

3. Langkah-langkah Membuat Presentasi dengan Canva:

  • Membuat akun Canva (jika belum memiliki).
  • Memilih template presentasi yang sesuai.
  • Menyesuaikan desain template sesuai kebutuhan.
  • Menambahkan teks, gambar, dan elemen-elemen lainnya.
  • Mengatur tata letak dan desain slide.

4. Tips untuk Presentasi yang Efektif:

  • Memilih font yang sesuai.
  • Menggunakan gambar dan grafik dengan bijak.
  • Menjaga konsistensi desain antar slide.
  • Menyajikan informasi secara jelas dan terstruktur.

5. Praktek:

  • Peserta akan diminta untuk membuat presentasi singkat menggunakan Canva.
  • Bimbingan dan bantuan akan diberikan saat peserta melakukan praktek.

Evaluasi:

  • Penugasan: Peserta diminta untuk membuat presentasi berdasarkan topik yang telah ditentukan menggunakan Canva.
  • Penilaian: Presentasi akan dinilai berdasarkan kriteria seperti kreativitas desain, kesesuaian dengan topik, dan kejelasan penyampaian.

Referensi Tambahan:

  • Tutorial Canva tentang pembuatan presentasi.
  • Buku-buku dan sumber-sumber online tentang desain presentasi yang efektif.

Kesimpulan:

Dengan mengikuti modul ini, diharapkan peserta dapat menguasai dasar-dasar pembuatan presentasi menggunakan Canva dan mampu membuat presentasi yang menarik serta profesional.

Pertanyaan

  1. Apa tujuan pembelajaran utama dari modul ini? a) Mempelajari sejarah Canva b) Menguasai dasar-dasar pembuatan presentasi efektif c) Membuat website dengan Canva d) Mengetahui kelebihan Adobe Photoshop

  2. Manakah dari berikut yang bukan merupakan prinsip dasar desain untuk presentasi yang efektif? a) Konsistensi desain antar slide b) Penggunaan font yang beragam c) Penggunaan gambar dan grafik dengan bijak d) Kesesuaian desain dengan topik presentasi

  3. Apa yang dimaksud dengan Canva? a) Platform untuk membuat presentasi b) Perusahaan manufaktur mobil c) Alat untuk memasak d) Sistem operasi komputer

  4. Langkah pertama dalam membuat presentasi dengan Canva adalah: a) Memilih template presentasi b) Menambahkan teks dan gambar c) Membuat akun Canva d) Membagikan presentasi kepada audiens

  5. Mengapa penting untuk menjaga konsistensi desain antar slide dalam sebuah presentasi? a) Untuk membuat presentasi terlihat acak b) Untuk mempertahankan kesatuan visual dan profesionalisme c) Agar audiens menjadi bingung d) Untuk menghemat waktu

  6. Fitur Canva yang berguna untuk meningkatkan kreativitas desain dalam presentasi adalah: a) Penambahan slide otomatis b) Penggunaan template default c) Pilihan font terbatas d) Koleksi elemen desain dan gambar

  7. Bagaimana cara mengevaluasi keefektifan sebuah presentasi yang dibuat dengan Canva? a) Dengan mengukur berapa banyak elemen desain yang digunakan b) Dengan melihat seberapa sering presentasi dibagikan kepada orang lain c) Dengan meminta umpan balik dari audiens d) Dengan mempercepat waktu presentasi

  8. Apa manfaat praktek dalam modul ini? a) Mempercepat proses presentasi b) Membuat peserta merasa lelah c) Memberikan kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan d) Menunda pemahaman peserta

 

Rabu, 25 Oktober 2023

BHINNEKA TUNGGAL IKA

 KONFLIK BIKIN KITA MAKIN DEWASA


Tema Proyek         : Bhinneka Tunggal Ika

Fase                        : D

Kelas/Semester      : VII

Tahun Ajaran        : 2023/2024

Penyusun                : ARIEF PRASETIYAWAN, S.Pd

Sekolah                   : SMP Negeri 2 CILACAP

Topik/Isu                : Konflik Bikin Kita Makin Dewasa

Alokasi Waktu       : 41 JP

Link disini


Kamis, 11 Agustus 2022

Sifat seseorang berdasarkan hari lahir


 Hari Minggu

Pandai bergaul, disukai orang banyak, berjiwa besar, suka merendahkan diri, pandai berbicara dan dapat mengatasi masalah yang dihadapiya dengan baik.

Hari Senin

Tidak pelit, ikhlas hati dalam memberi, tidak bisa menyimpan uang, senang membela kebenaran, mudah tersinggung dan tidak pandai bicara.

Hari Selasa

Mudah terpengaruh, tidak mempunyai pendirian tetap, gampang naik darah, tidak sabaran dan selalu mau menang sendiri.

Hari Rabu

Pendiam namun kalau sudah bicara tidak terduga, tidak suka mencampuri urusan orang lain, baik hati, suka menolong dan banyak rejeki.

Hari Kamis

Pendiriannya tidak tetap, suka dipuji, mudah emosi, mudah terbujuk oleh rayuan halus dan tidak sabaran.

Hari Jumat

Disukai orang banyak, kuat mental, suka menolong, suka memberi nasehat yang baik dan suka mempelajari ilmu pengetahuan

Hari Sabtu

Giat bekerja, rajin pandai mencarari rejeki, ditakuti orang banyak, pandai menempatkan diri dan bisa menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik.

Selasa, 19 April 2022

Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

 



Kurikulum Merdeka yang menjadi kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) yang dimulai pada 2021 dengan kurikulum yang diterapkan pada Sekolah Penggerak. Pada tahun 2022 ini Kemendikburistek akan mencoba untuk melakukan pendataan yang nantinya akan menjadi dasar pada penerapan Kurikulum Merdeka ini kedepannya.

Ada beberapa strategi Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri yang akan dijadikan tindak lanjut dari kebijakan Kemendikburistek. Strategi pertama, Rute Adopsi Kurikulum Merdeka Secara Bertahap, pendekatan strategi ini adalah bagaimana memfasilitasi satuan pendidikan mengenali kesiapannya sebagai dasar menentukan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka serta memberikan umpan balik berkala (3 bulanan) untuk memetakan kebutuhan penyesuaian dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Strategi kedua, Menyediakan Asesmen dan Perangkat Ajar (High Tech), pendekatan strategi yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berfungsi dalam menyediakan beragam pilihan asesmen dan perangkat ajar (buku teks, modul ajar, contoh projek, contoh kurikulum) dalam bentuk digital yang dapat digunakan satuan pendidikan dalam melakukan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka.

Strategi ketiga, Menyediakan Pelatihan Mandiri dan Sumber Belajar Guru (High Tech), pendekatan strategi yang juga menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berfungsi dalam melakukan pelatihan mandiri Kurikulum Merdeka yang dapat diakses secara daring oleh guru dan tenaga kependidikan untuk memudahkan adopsi Kurikulum Merdeka disertai sumber belajar dalam bentuk video, podcast, atau ebook yang bisa diakses daring dan didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk).

Strategi keempat, Menyediakan Narasumber Kurikulum Merdeka (High Touch), pendekatan strategi yang digunakan dalam menyediakan narasumber kurikulum merdeka dari Sekolah Penggerak/SMK PK yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Pengimbasan bisa dilakukan dalam bentuk webinar atau pertemuan luring yang diadakan pemerintah daerah atau satuan pendidikan. Pertemuan luring bisa dilakukan dalam bentuk seminar tatap muka, lokakarya, maupun pertemuan lainnya yang dilakukan di daerah maupun di satuan pendidikan.

Strategi yang terakhir adalah strategi kelima, Memfasilitasi Pengembangan Komunitas Belajar (High Touch), komunitas belajar dibentuk oleh lulusan Guru Penggerak maupun diinisiasi pengawas sekolah sebagai wadah saling berbagi praktik baik adopsi Kurikulum Merdeka di internal satuan pendidikan maupun lintas satuan pendidikan.

Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri yang diawali dengan pendataan yang dilakukan oleh Kemendikburistek dimaksudkan untuk melihat kesiapan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Harapan dari pendataan ini adalah Kemendikburistek dapat melihat sejauh mana kesiapan satuan pendidikan yang nantinya akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka kedepannya dan tidak memaksakan implementasi secara masif.

bit.ly/platformmerdekamengajar

https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/

Senin, 18 April 2022

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

 

Kurikulum Merdeka sebagai opsi satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran tahun. 2022 s.d. 2024


Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikburistek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Merujuk pada kondisi dimana pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyaknya kendala dalam proses pembelajaran di satuan Pendidikan yang memberikan dampak yang cukup signifikan. Kurikulum 2013 yang digunakan pada masa sebelum pandemi menjadi satu satuanya kurikulum yang digunakan satuan pendidikan dalam pembelajaran. Masa pandemi 2020 s.d. 2021 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat (Kur-2013 yang disederhanakan) menjadi rujukan kurikulum bagi satuan pendidikan. Masa pandemi 2021 s.d. 2022 Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak (SP) dan SMK Pusat Keunggulan (PK).

Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial. Kurikulum Merdeka di SP/SMK-PK menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.

Mari instal Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android melalui tautan

bit.ly/platformmerdekamengajar

https://kurikulum.gtk.kemdikbud.go.id/



Senin, 07 Maret 2022

E-Raport

 Ditulis Oleh: Arief Prasetiyawan, S.Pd (SMP N 30 TEBO)


Kata yang tidak asing lagi didengar oleh insan pendidikan terutama bapak dan ibu guru dan tenaga kependidikan. Rapor yang diterima oleh peserta didik pada bulan Desember (semester 1) dan bulan Juni (semester 2) merupakan hasil dari pengolahan yang dilakukan oleh bapak dan ibu guru dalam jangka waktu satu semester.

Elektronik Raport atau yang lebih dikenal dengan E-Raport adalah sebuah aplikasi sistem penilaian berbasis Web yang digunakan untuk mengubah pola penilaian manual dari Guru terhadap Peserta didik ke pola digital.

E-raport yang diluncurkan pada tahun 2019 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2019. E-raport berbasis digital dengan mangambil semua data dari dapodik sekolah.

Aplikasi E-raport ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dapat didownload di http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/e-raport aplikasi E-raport ini tidak perlu membeli dari pihak luar, dan jika ada pemberharuan aplikasi (update) maka akan diberikan secara gratis pada link tersebut.

Aplikasi E-raport ini terkoneksi dengan data dapodik berupa identitas sekolah, identitas peserta didik, jumlah rombongan belajar, jumlah GTK, jumlah mata pelajaran dan wali kelas atau guru kelas. dengan demikian sebelum melakukan instalasi harus dipastikan data dapodik sudah benar terutama data guru dan data peserta didik. Nama guru dan peserta didik sesuai dengan nama yang ada pada aplikasi dapodik dan tidak perlu menuliskan pada aplikasi E-raport. Kompetensi dasar yang ada juga sudah disesuaikan dengan kompetensi dasar kondisi saat ini yang terus terupdate dengan keadaan masa pandemi covid-19, guru juga dapat mengaktifkan kompetensi dasar dan menonaktifkan, dengan demikian pilihan dan perpindahan dari semester satu ke semester dua dengan sangat mudah.

Diawali dengan kegiatan perencanaan penilaian oleh guru mata pelajaran atau guru kelas. Pengentrian nilai peserta didik dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti; download form penilaian dari perencanaan yang sudah dibuat, dientri nilai dirumah dengan memindahkan softcopy ke flasdisk. Atau bisa juga dengan mengentri langsung melalaui laptop atau komputer yang terkoneksi dengan server e-raport tersebut. Deskripsi yang muncul sudah sesuai dengan nilai yang diberikan, tidak perlu menuliskan dekripsinya, karena sudah otomatis terisi jika pengentrian nilai peserta didik sudah dilakukan.

Pengentrian data peserta didik tidak dilakukan oleh wali kelas atau guru kelas, namun demikian guru kelas atau wali kelas mengecek kebenaran data sesuai dengan data pada Dapodiknya. Sehingga wali kelas atau guru kelas hanya mengentri ketidak hadiran peserta didik, Sakit, Izin, atau Tanpa keterangan. Pengentrian oleh wali kelas atau guru kelas tentang prestasi peserta didik seperti prestasi tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional. Pengentrian catatan yang dalam hal ini berupa ucapan, semangat dan motivasi kepada peserta didik untuk kedepannya yang dilakukan oleh wali kelas atau guru kelas. Sedang rangking peserta didik sudah langsung tertera pada leger.

Pencetakan Raport lebih mudah dan praktis karena sudah berbentuk file PDF yang dapat dipilih secara keseluruan peserta didik dalam satu kelas atau perpeserta didik demikian juga dengan kelengkapannya.

Kepada sekolah yang belum memanfaatkan aplikasi E-raport ini saat ini Aplikasi E-raport sudah versi 2.0 untuk SMP dan versi 1.1 untuk SD. Download aplikasi dan cara penginstalannya di http://ditpsd.kemdikbud.go.id/hal/e-raport jika masih ada pertanyaan bisa kirim e-mail ke mrarief108@gmail.com, bisa juga kunjungi https://mrarief108.blogspot.com